Monday, 24 November 2014

Garpu Pop Mie


Kamu tau kan garpu Pop Mie? 

Kecil, putih, bisa ditekuk, tahan panas, bisa dipakai berkali-kali
Kamu tau gak kenapa garpu Pop Mie diciptain?
Ya itu biar praktis, bisa masuk ke dalam wadah trs bisa langsung dipakai buat makan mie yang abis diseduh.
Udah gitu ya, garpu Pop Mie bisa buat mainan kalau lagi bosan, diflip flop gitu di perbatasan yang bikin dia nekuk sama lurus.
Garpu Pop Mie kecil tapi dicari-cari. 

Coba bayangin kalau kamu dapat Pop Mie yang gada garpunya, gimana makannya kalau pas lagi di jalan? 

Diseruput aja gitu biar greget?
Coba bayangin kalau garpu Pop Mie pakai garpu yang di rumah, ntar Pop Mie harganya jadi mahal.
Garpu Pop Mie tapi kadang suka gitu, pas dipakai buat ngaduk mienya, suka meletot.
Kadang juga pas mau dipanjangin suka patah.
Kamu mau jadi garpu Pop Mie gak?
Kecil tapi banyak gunanya. 
Dibutuhin banget walau kelihatannya sepele.
Kelihatannya letoy tapi kuat air panas.
Nyenenginlah kalau main sama garpu Pop Mie.


Tautan Diri

Hampir di seluruh tatanan pikiran ini, tersusun dengan rapi
Terjerembab sunyi ke dalam panorama angan yang pasti
Aku mengharapkan sesuatu itu asli
Tak akan pernah mati

Di kemudian hari, senandung celotehan burung merpati datang menghinggapi
Mau ku tuk menghindari, diam kau tak berhati!
Menunduk pasrah akan mau Mu Tuhan, aku mengabdi
Tuntunlah aku untuk memberi

Maaf dan juga hati


Written by Narita Pratiwi
Stop plagiarism! Anti Plagiarism!

Wednesday, 22 October 2014

Kasih Sayang Tak Akan Pernah Sederhana

Ibu hamil berdaster oranye itu tak mengenakan sendal bagus. Sendal merah muda yang lusuh, tak membawa tas mewah, hanya menggenggam uang receh yang dijumlah totalnya hanya Rp 50.000.

Di sebelahnya, anak laki-laki sekitar 6 tahun, duduk dengan tingkah polahnya yang ceria. Kulitnya yang cokelat meyakinkanku bahwa ia gemar sekali menjemur dirinya di bawah terik matahari.

Melihat mereka, melengos, tiba-tiba sang ibu memeluk anaknya, menciumnya berkali-kali di dahi. Kuperhatikan wajahnya, kasih sayang yang amat dalam berpendar. Diciumnya lagi anaknya, dibelainya keningnya. Anaknya tersipu, diam, merasakan getaran cinta ibunya. Mendekatkan kembali keningnya seolah berkata "sekali lagi bu".

Oh Tuhan, bahagiakan mereka. Perdalamlah kasih sayang dan cinta mereka. Buatlah mereka terlalu tersenyum menghadapi dunia yang penuh dengan panggung sandiwara.



Written by Narita Pratiwi
Stop plagiarism!
Anti plagiarism!

Sunday, 17 August 2014

Kebahagiaanku Sirna

Melihatnya 7 hari dalam seminggu, mengaguminya tiap 24 jam dalam sehari, mencintainya pada tiap detik demi detik perpindahan jarum jam itu. Aku baru mengenalnya, sekitar 3 bulan lalu. Perjalananku indah, tapi tak semulus pahamu. Perjalananku bahagia, tapi tak seceria senyummu, aku terbelenggu masa lalu.

Wahai kalian yang pernah hidup di relung hatiku maupun di relung hatinya, senangkah kalian dengan tawa yang berubah menjadi bisu?
Bahagiakah kalian dengan senyum yang berubah menjadi lesu?
Bahagiakah kalian dengan cinta yang menjadi ragu?

Aku bersumpah, aku tak ingin merusak apapun lagi. Aku pun sadar, aku pernah melakukan apa yang sedang kalian lakukan, rasanya ternyata sangat menyakitkan. Aku bukan si dungu. Aku juga tak melulu ingin dibelenggu, olehmu, masa lalu.

Hati ini selalu gusar membiarkanmu selalu mengadu, kau adukan keluhan hatimu tanpaku, tanpanya. Tak akan ada yang berubah, hanya rasa jijik yang semakin kaku membalut pikiranku. Aku tak pernah berniat membunuhmu, tapi mengapa kau tak sadar rasanya jadi diriku, kebahagiaanku kau renggut selalu.

Biarkan aku bernapas lega, sehari tanpa igaumu yang memohon datangnya diriku, datangnya dirinya. Rasa ini tak semudah itu untuk kau rayu.

Bahagiakah kau mengulas masa lalu seolah ini semua salahku? Salahnya? Ingatkah kau dengan adegan-adegan di masa itu? Kau renggut kebahagiaanku, sekali lagi, kau membelenggu kebahagiaanku. Kau! Ingatlah masa-masa di saat dirinya membatu melihat tingkahmu yang palsu, kau belenggu dirinya, kau rusak kebahagiaanku.

Maafkan aku.

Percayalah, suatu saat nanti, kau akan rasakan bagaimana indahnya menjadi diriku namun terbelenggu.
Percayalah, Tuhan selalu tau.

Sunday, 29 June 2014

That Day

Well, yes, I just don't know uhmm yea kinda forget how to write here anymore.

That day, I called him, I told him that everything would be alright, just because he couldn't watch that-premiere-thing it didn't mean that the world would have its ending. He never appreciated what I did, I was sure that I was his servant and he did.

We had tried to make things better, no I mean, I tried to make things better by telling him that I would never give up on him and I never regretted for being together again with him. I believed in him, I believed that he would change. I didn't expect big, I just wanted him for paying attention at the little things.

That day, I just needed a big support from him, and, the result was nothing.

I was the first person who wanted to tell that OUR WORKS WERE NOTHING.

Wednesday, 21 May 2014

Mungkin Hadir Lagi

Di kemudian hari, aku yang menjadikan diriku seorang pengemis
Pada saatnya
Aku mengerti apa yang disebut dengan perjuangan
Perjuanganku, berakhir

Kemungkinan yang pertama, cintaku memang pudar
Yang kedua, batas itu telah kau lampaui
Yang terakhir, tak ada lagi
Satu atau dua hal yang pertama berpendar

Mengenalkanku pada realita
Menghantarku pada norma
Aku dan kamu
Tak sejalan lagi

Mungkin, aku


Written by Narita Pratiwi
Stop Plagiarism!
Anti Plagiarism!

Monday, 31 March 2014

Garis Melintang itu Jarak

Ada gak yang benci sama jarak? Aku sih agak benci sama jarak... tapi kamu tau gak kenapa orang benci sama jarak? 

Jarak ibarat garis yang melintang yang tertulis menggunakan pensil. Jarak merupakan pemisah dan terkadang menjadi kambing hitam dalam sebuah hubungan. Untuk kamu yang sedang mencoba pelan-pelan menghapus garis tersebut dengan karet penghapus, percayalah, lambat laun garis itu akan terhapus, walau menimbulkan sampah bekas tergoresnya karet penghapus yang secara terus menerus digunakan untuk menghapus. 

Jarak bisa aja ngajarin kamu gimana caranya berteman dengan kesendirian asal  kamunya bersedia. Kamu bakalan dididik jadi pribadi yang lebih mandiri dan kuat. Jarak gak cuma pemisah yang bisanya cuma bikin marah-marah. Jarak bisa membuktikan yang mana yang cinta beneran dan yang mana cinta bohongan, kalau kamu cinta yang mana?

Jarak itu gak pernah bohong. Jarak akan selalu ada untuk meyakinkan kamu kalau hidup ini gak semudah yang kamu kira. Jarak akan selalu membuktikan bahwa akan selalu ada cara untuk berusaha, tinggal kamu aja yang pilih, mau usaha atau enggak. Jarak membuat para penemu menciptakan alat transportasi yang sangat membantu. Jarak juga yang meningkatkan level kesabaran kamu untuk menunggu. 

Jarak oh jarak. Setebal apapun coretan itu, karet penghapus akan siap untuk menghapusmu. Walau akan lebih banyak sampah karet penghapus, tapi aku yakin, disitulah letak perjuangan yang paling ampuh.



Written by Narita Pratiwi
Anti plagiarism!
Stop plagiarism!

Wednesday, 19 March 2014

Tak Perlu

Agak percuma untuk mengungkapkan kebenaran jika pasar tak berpihak,
jika massa tak sebanding dengan jumlah tautan,
jika yang menderu tak merasa guratan,
jika yang mendamping tak menyandang hujatan.

Ah sudah, ikhlaskanlah.
Semakin kau berteriak, semakin besar kemungkinan untuk tak didengar.
Semakin kau menghentak, semakin gusar nanti kau tergambar.
Sesaat kau akan mengerti, apakah artinya bersabar.

Biarkan persepsi semu menggerogoti benteng kebenaran,
yang semakin hari akan semakin usang.
Menderu kencang menanti kapan,
kau akan menjulur riang merasa senang akan ketulusan.


Written by Narita Pratiwi.
Stop plagiarism!
Anti plagiarism!

Monday, 17 March 2014

Thanks and Sorry

You must say thanks to me
You must say thanks to me
You must say
thanks

to make me tougher
to make me happier
to make me merrier
to make me better

You must say sorry to me
You must say "I am sorry"
You must say sorry to leave me
You must say "I am so sorry to leave"

And
I will excuse the healing
I will tell you why the rain is falling
I will say "thanks and sorry for what is really happening"

To keep the whole story with bitterness
To recall what is the reality existence
To make a resist that  you are my sorry squeeze
To conclude what kind of soul that you wish


Written by Narita Pratiwi
Stop plagiarism!
Anti plagiarism!

Friday, 14 March 2014

Pucat Pasi, Menanti

Kau tau rasanya dijatuhkan dengan tanpa persiapan?
Aku membelalakan mata hanya untuk melihat yang mana yang enggan
Kau tau bagaimana rasanya terpojokkan?
Aku melepaskan buaian dan juga angan

Kemudian, kau senang?
Kau menyapu bersih harapan
Kau meniadakan kepercayaan
Kau hancurkan ketangguhan

Kau seret aku kembali dengan cara mu yang basi
Kau bunuh lagi kau yang lain dengan ilusi
Aku tak mau terperangkap lagi
Aku memilih untuk berdiam pucat pasi

Menanti


Written by Narita Pratiwi
Stop plagiarism!
Anti plagiarism!

Thursday, 13 March 2014

Harap



SEANDAINYA KAU MENGERTI

SEANDAINYA KAU MEMAHAMI

SEANDAINYA KAU MENGHARGAI

SEANDAINYA KAU MENGETAHUI

SEANDAINYA KAU MENYADARI

SEANDAINYA KAU MENCINTAI



DIRIKU



Written by Narita Pratiwi
Stop plagiarism!
Anti plagiarism!

Sunday, 2 February 2014

Fluttering Mind

Give me Your strength to me to face the truth that I will wait for another moment,
I'm still an ordinary woman who will always look for a commitment,
How long you will stand, how sure you are.

Tell me that I'm that not-really-worth woman, I'm just acting like the others.
Tell me that I'm that gloomy person who really needs to be sacrificed.
I'm that bad woman who wants to get everything she wants.

Yes, I am.
Don't you understand?
Or, give me some explanation why do you do this to me?

Love isn't just a word, they say, but I need that word.
Love isn't measured by what-they-say they say, but I always think about that thing.

I just want to be a normal person.
I want my normal life comes.

Like a tree and its roots, isn't it normal to have a root? Is it?
I understand but you don't give me any speech to make it clearer
Like a leaf and its colour, the dying leaves will always coloured.
I believe in you but I need your sometimes-sacrifice.

I will never go but I need your words, to make me feel alright.
To make me feel blessed.
I adore you


Written by Narita Pratiwi
Anti plagiarism!
Stop plagiarsm!

Thursday, 30 January 2014

Setengah Dekade

Setengah dekade, kau dan aku
Lubang tenang dan jalanan risau hampir selalu kutempuh
Kau dan aku, proses
Kau dan aku, sedang ranum-ranumnya

Setengah dekade ku tertawa, menangis, bersama
Hai kau, pulanglah
Mengertilah, dunia akan lebih cerah bila kau disini
Pahamilah, langit akan lebih indah bila kau menemani

Setengah dekade, aku terbiasa memahami
Kapan saatnya aku mengeluhkan cahaya matahari yang membakar
Kapan saatnya ku berjemur dibawah sinar
Dan kapan saatnya aku merindukan sang surya yang begitu gahar

Setengah dekade, kau mencaci maki
Kau caci diriku yang berlari dari ombak
Kau caci dirimu yang begitu cepat tersulut api 
Kau juga yang caci mereka yang menghadang tak terkoyak

Setengah dekade
Selama itu
Kau dan aku saling bertatap
Mencari dimanakah tempat yang paling tepat untuk bertatap

Kembali
Rajut kembali setengah dekade lain
Dengan cara yang lebih indah
Dengan kekuatan yang lebih megah


Written by Narita Pratiwi
Anti plagiarism!
Stop plagiarism!

The Plan C

Ye o ye oo ye oooo
I got a beautiful 28th!

Ok, this is my holiday actually and I planned to go to Karimun Jawa and it got destroyed by the weather. Finally, my friends and I decided to go to Sawarna Beach to replace that failed plan and here is the hilarious story about my failed but awesome holiday!

On 27 January, Riri said to me that I should have slept in her house because tomorrow we would go to Sawarna Beach at 5AM, so I went to Rio's birthday surprise and then went to Riri's house with Dian, Indah, Yoga and Riri of course. We went there with a bit rush because we were afraid of Rendi, the man who would drive for us, we were afraid of him because he often change the plan or doing something unexpectedly. Nothing happened. We still trusted Rendi and our perfect plan to go to Sawarna Beach at 5AM tomorrow. But Rendi was texting me and said that his car was just available in the night and I said to him that Riri's car would always available. Nobody realised that it was the sign.

Yes, nobody realised..

In the morning on the 28th January there was nothing from Rendi. A bit worry punched our faces... Rendi couldn't drive for us, he was just available in the night, we were disappointed. We called Malik, we called him because yesterday he said that he would available just for a day, just for Tuesday. Malik approved us and yayyy we could go to somewhere today!

Malik felt a bit awkward to drive a manual car because he often use a matic car, yeah just for your information, I felt so much worry, I hoped that this time would be safe. Then Malik was accustomed to drive Riri's car. Thank God.

So long story right?

Ok then, me and my friends arrived at The Jungle Waterpark Bogor. We felt it hard to decide where is the best place to visit for this cloudy day. We were welcomed by rain, but no problem, I wanted to swim accompanied by rain :P. 




Well, how our faces look like? Happy? Yes! Of course. We had a lot of fun, we laughed at each other, we played like we would be separated by something, like we would never meet again.

We took pictures with an underwater camera and oh my goshhh, I really couldn't pose well under water....so bad.

With Dian

Me between Indah and Riri, how bad:(

LOL. See? I'm laughing right now seeing my face under water, hahahaha.

Yayyyyy! I ended this day with the whole-body wet and frozen. It was awesome! Suddenly, I lost my desire to tell you what I did at The Jungle Waterpark Bogor......because...... it was so long journey and I'm afraid you will get bored he he.

(left-right) Dian, Malik, Yoga, Indah, Riri, Me

By the way, after swimming we went to Kedai Kita to get our dinner. So delicious!



THE END! X






Tuesday, 21 January 2014

Pena Bertinta Emas

Berkaca pada noda di sisi kirinya, sebuah pena lebih berhati-hati memilih tintanya. Tak sedikit yang cocok sebenarnya, tapi apa guna kecocokan tersebut jika membuat performa pena itu tak sebaik biasanya. Kemungkinan besar yang didapat juga tak setebal tinta yang seharusnya. Tapi, jika pena tersebut tak dicelupkan kepada tinta, ya tinta manapun, apakah tak mengering?

Kemudian, pena tak pernah menyalahkan tinta manapun yang ternyata merusak performanya. Kemudian, pena mengerti, yang mana yang bersambut dan berkutat memperjelas guratan yang dihasilkan. Menimbun keinginan untuk berganti warna karena pena sadar, bahwa warna lain tak akan lebih baik daripada warna sebelumnya. Warna emas yang menyala jika diterpa sinar matahari.

Tidakkah mungkin ada warna dan jenis tinta lain yang lebih baik? Mungkin saja ada, bahkan dalam kuantitas yang lebih banyak. Mungkin pula yang lebih sepadan untuk pena tersebut akan berjumlah lebih. Tapi, apakah pena akan selalu kuat membiarkan ujung-ujungnya ditempa oleh benda asing? 

Berhentilah. Berhentilah memaksakan sesuatu yang tak mungkin. Berhentilah. Berhentilah mengharapkan sesuatu yang tak pasti. Sadarlah. Tak ada yang tak mungkin. Berkacalah. Sepadankah anda dengan apa yang anda paksakan? Sepadankah anda dengan yang anda harapkan? Mungkinkah anda membuat sesuatu yangh tak mungkin jika memang semua garisnya telah diatur?

Wahai pena yang malang, bersabarlah untuk tinta emas cerah yang kau harapkan. Kau pantas mengering. 

Pahamilah, kau takkan mati hanya karena kering. 



Written by Narita Pratiwi
Stop plagiarism!
Anti plagiarism!


Thursday, 9 January 2014

Sederhana, Rumah



Kamu pernah kan jalan-jalan? ke luar rumah gitu. Iya kamu bakalan seneng ngeliat apa yang ada diluar sana. Iya kamu juga bakalan lupa sejenak sama rumah kamu kan. Iya iya, kamu memang nemuin sesuatu yang baru, yang lebih baik, yang lebih nyaman, yang benar-benar gak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Kamu bakalan ngerasa asik diluar rumah. 

Kamu kalau main keluar rumah biasanya berapa lama sih? Kalau urusan diluar rumah udah kelar pasti pulang lagi kan? Ya kalau mau nginep juga cuma beberapa hari, pasti nanti juga pulang. Kamu emangnya pernah nemu tempat senyaman rumah sendiri? Aku sih belum nemu he he.

Kamu ngerti kan apa gunanya rumah? 

Kamu pernah ngerasain homesick?

Mungkin yang paling sering sih, bosen sama suasana rumah, gitu-gitu aja, yakan? Ya gak kenapa-kenapa juga sih kalau bosen sama rumah, nanti juga pulang lagi, kan rumah memang tempat untuk berteduh, tempatnya berkeluh kesah, tempatnya ngerapihin diri biar up lagi kalau mau ke luar rumah.

Kalau bosen sama rumah sendiri kan bisa langsung di dekorasi ulang rumahnya, gampang lah yaa buat ngatur rumah buat jadi sedemikian rupa biar gak ngebosenin kalau lagi bosan. Terus kalau kamu bosan sama dunia luar, kamu ngapain? Ya pulang ke rumah lah yaa hehehe.

Kamu mau jadi rumah?


Written by Narita Pratiwi
Anti plagiarism!
Stop plagiarism!

Wednesday, 1 January 2014

12 Points of 2013

January
  • New year's eve party at my house
     
  • Farewell party for Agam:")) 
  • Happiness

February
  • College
  • Our fourth
March
  • Your first
  • Damn you. 
April
  • .......
May
  • ....................
June
  • My nineteen years old!!!Extra full of surprise xoxo
    • My college friends came to my house and brought me a pizza:9.
    • My junior high school friends made all those happy-birthday-things.
    • My high school friends came to my house and brought me a cake and I felt so surprised x


    • Me and my high school friends went to Blok S and my high school friends asked a street singer to sing me happy birthday song. Thankyou!
  • You forgot my birthday
July
  • On the fourth, Charity Ranger was born. 
  • On the 26th, Charity Ranger for Panti Asuhan Al-Mubarokah

August
  • Hahahahahahahhahahaha
September
  • What I did in this month?
October
  • I joined Faktabahasa Jakarta Selatan. Yes, it was October, wasn't it?
  • I asked for the tutor for English Conversation class. 

November
  • Happiness
  • Happiness
  • Happiness
  • Full of love
  • Many other chances was opened for me
  • I met new people... very nice


December
  • Very crowded month
  • Tasks was everywhere
  • I was forced by options, confusing
  • On the 28th, Faktabahasa Jakarta Selatan's Gathering! So tired and full of joy!
  • Happiness