Keterbatasan ini semakin meluap seakan ini adalah sebuah kelebihan
Aku yang mengira ini semua adalah keterpurukan
Tetapi tidak untuk mereka
Aku yang melihat ini semua adalah siksaan
Tetapi tidak untuk mereka
Berapa kali aku harus meyakinkan diriku
Aku bukanlah satu-satunya orang dibumi ini yang merasa sedih
Yang merasa sakit
Yang merasa hidup ini terlalu berat
Berkali-kali aku mencoba mencari jalan keluar
Berkali-kali pula aku tersesat
Benar
Aku adalah si pemikir
Selalu berpikir apa yang akan terjadi kelak
Apa halangan rintangan yang akan aku hadapi
Berapa banyak cinta yang akan aku dapatkan
Berapa banyak benci yang akan kutanggung
Aku adalah si pemikir
Selalu berpikir berapa banyak dosa yang telah kubuat
Hal-hal bodoh apa yang telah kulakukan
Kebaikan apa saja yang telah membuatku tenang
Aku manusia biasa
Yang selalu berpikir bagaimana caranya menyenangkan oranglain
Yang selalu berpikir untuk melihatmu tertawa
Lalu?
Siapakah pemikir lain diluar sana yang memikirkanku?
Siapakah pemikir lain diluar sana yang merengkuh diam memikirkan bagaimana cara membuatku tersenyum?
Atau, siapakah pemikir lain diluar sana yang tersenyum licik memikirkan bagaimana cara untuk merubuhkanku?
Kamu?
Aku yang mengira ini semua adalah keterpurukan
Tetapi tidak untuk mereka
Aku yang melihat ini semua adalah siksaan
Tetapi tidak untuk mereka
Berapa kali aku harus meyakinkan diriku
Aku bukanlah satu-satunya orang dibumi ini yang merasa sedih
Yang merasa sakit
Yang merasa hidup ini terlalu berat
Berkali-kali aku mencoba mencari jalan keluar
Berkali-kali pula aku tersesat
Benar
Aku adalah si pemikir
Selalu berpikir apa yang akan terjadi kelak
Apa halangan rintangan yang akan aku hadapi
Berapa banyak cinta yang akan aku dapatkan
Berapa banyak benci yang akan kutanggung
Aku adalah si pemikir
Selalu berpikir berapa banyak dosa yang telah kubuat
Hal-hal bodoh apa yang telah kulakukan
Kebaikan apa saja yang telah membuatku tenang
Aku manusia biasa
Yang selalu berpikir bagaimana caranya menyenangkan oranglain
Yang selalu berpikir untuk melihatmu tertawa
Lalu?
Siapakah pemikir lain diluar sana yang memikirkanku?
Siapakah pemikir lain diluar sana yang merengkuh diam memikirkan bagaimana cara membuatku tersenyum?
Atau, siapakah pemikir lain diluar sana yang tersenyum licik memikirkan bagaimana cara untuk merubuhkanku?
Kamu?
Written by Narita Pratiwi.Kill Plagiarism!Anti Plagiarism!