Sunday, 21 January 2018

Pentingnya Komunikasi

"ih apasih kesel deh, kok dia gitu sama gue"
"masa sih? emang kenapa? udah lo omongin secara langsung sama dia?"
"belum sih, tapi enggak ah, gue kalo udah kesel gamau ngomong lagi"
LAHHH

begitulah adanya, sekiranya, dan selamanya masalah Anda lama kelamaan bisa jadi masalah juga untuk orang lain.

Banyak sekali, di zaman yang serba mementingkan komunikasi seperti sekarang ini, ada whatsapp, line, instagram, telegram, dan kawan-kawan, yang bilang "males ngomong" ya tinggal WA saja, kok repot.

Kalau cuma males ngomong alasannya, tinggal japri kan gampang? Kalau alasan lain?

Sebenarnya masalahnya di mana sih? Katanya mau hidup enak, simpel, serba cepat, tapi pola pikirnya masih sama seperti zaman saat orang mengirim surat hanya mengandalkan burung merpati dan juga telepati.

Masalah yang sering banget dialami sama orang yang "males ngomong" biasanya gak langsung direct ke orang tersebut, tapi biasanya orang-orang di sekitarnya yang jengah, malas untuk mendekat, karena sekali mendekat langsung disemprot "KESELLL DEHHH"... begitu terus sampai kerupuk seblak kriuk lagi.

Saya bukan orang yang "bersih" sampai saya tidak pernah merasakan hal seperti ini, sering, dulu. Waktu saya abg dan belum tahu betul pentingnya menyampaikan apa yang kita benar-benar inginkan ke orang lain. Sungguh, melelahkan. Dan saya sekarang, kalau memang sudah malas betul berbicara, saya terima semua akibatnya, tutup kuping dan mulut sampai masalah bisa terselesaikan oleh waktu.

Balik lagi ke pokok bahasan yang di atas, kenapa sih kita malas untuk mengungkapkan? Gengsi?
Kalau bicara soal gengsi, Kamu masih suka kan produk diskon? sama kode promo? voucher?

Berharap untuk dimengerti?
Duh, sepertinya sudah banyak artikel yang mengulas mengenai hal ini. Lawan bicara kita adalah manusia biasa, sama; tidak bisa membaca apa yang ada di pikiran dan hati seseorang.

Jika sulit mengatakannya melalui lisan, coba berbagai media sosial yang cukup ramah penggunaannya dengan keseharian Kamu. Tapi ingat, gunakan bahasa yang baik yang sekiranya bisa diterima oleh lawan bicara kita.

Komunikasi yang saya maksud bukan hanya sebagai bentuk ungkapan kekesalan saja, akan tetapi untuk semua hal. Mungkin yang sering dibahas di tempat lain adalah Bagaimana Cara Mengungkapkan Cinta. Tapi telling positive things is way easier than the negative one kan?

Susah banget bilang "Maaf, aku nggak suka sama yang kamu lakukan, aku merasa bla bla bla."

Takut si lawan bicara sakit hati?

Kemungkinan untuk dia jadi sakit hati sih masih ada, tapi balik lagi ke bahasa yang Kamu gunakan untuk menyampaikan ketidaksukaan Kamu sih. Tapi menurut saya wajar untuk seseorang dikritik dan diberi saran oleh orang lain. Semua akan baik-baik saja.

Saya yakin, dan menjamin kalau hidup Kamu akan jauh lebih tenteram kalau Kamu bisa mengutarakan isi hati, unek-unek, dan segala macam ide yang ada di diri Kamu. Kalau ternyata lawan bicara Kamu tidak mengalami perubahan setelah kamu mengatakan semuanya, ya tinggalkan, jauhi yang mudharat, jauhi orang yang membuang waktumu. Hidup selalu berkaitan dengan pilihan. Selama Kamu masih hidup, Kamu pasti akan selalu memiliki pilihan, dan Kamu tentunya harus memilih. Halah muter-muter.

Intinya..... terima aja kalau Kamu digituin terus. Selama Kamu belum makan, Kamu gak akan kenyang. Selama Kamu belum ngomong, Dia tidak akan mendengar.

Kalau Kamu masih tetep "malas ngomong" pliss.... pliss banget... stop complaining on that. Kamu yang mau dunia Kamu seperti itu, jangan mengeluh terus ya...

Terima Kasih.


Monday, 14 August 2017

Broken Heart

Is it really hard to sleep at night with broken heart?
Is this the real broken heart?
When I said I still could eat with broken heart, now I never ask where's my breakfast?
In my lunch, I could only see at the bunch of mixed feelings at my plate, do I really have this broken heart?
I couldn't even stand for my dinner, I feel so much sleepy and when I close my eyes I see you with her kissing, loving, under control.
I feel you with broken heart.
Is this the real broken heart?
All the sleeps I have already made just invite me to deeply feel this broken heart.
Even though my open eyes works for my brain to never enough think of you at the day.
The day you lied.
And said "I will prove that this is the last fault I ever made, I will show it off for you. Believe me, or at least be with me and try to learn to believe in me from the start"
I am paralysed.

Monday, 3 July 2017

She Misses You

You know how distance separates us,
grows us,
makes us, to be stronger.
The thing is,
how to maintain the sickness of not touching your hands,
not seeing your deepest glance to my eyes.

There is no ocean can be separated from its waves,
like no woman can be separated from her deepest feeling,
her hardest thoughts,
her fascinating views to see you from another perspective,
her long love story,
just to tell you that she misses you a lot..

Way New Style

Hello readers, well I could say that this is a long long looong interlude to have a new good post in this page. Been trying for much time to focus on a good writing but yeah, still I left all my writings behind, unfinished.

According to the title, I should call it a guidance, let me tell you how this post goes.

Since the day I change myself, in terms of appearance, I find it hard to exactly fit the best outfit for my daily basis. Yeah anyway I wear hijab or jilbab or any words that describe that I gradually obey how to cover my body according to Islam.

I look for the best new style remembering that I am a kind of person that loves to wear something old and little bit over-sized, we can call it vintage or something that is washed-browny with flowery laces. Somehow I think, I just think and consider that I do love to get in with bohemian style, well the browny and lacey with bouncy and flouncy things really into my heart.

Still counting days until today, I still choose black for backing up my doubts until some day I find the best style that can boost my mood up in choosing my daily outfit. Anyway, black is nice tho.. I mean I love the colour but still looking for the best cuts that fit the colour in my body.

Several days ago, I was on my holiday and I was, still, confuse, a bit, to choose what should I have worn. I went to a beach, no actually I visited two beaches but they still in one shore line btw, and I thought I got a piece of me reborn (OMG a hyperbole detected).

Me with good shirt vibes

and colours

Apparently, I'll go with it. A nice pallazo with a super amazing patterned oversized shirt cover my body very well. I feel tinier and taller in some times, I do really enjoy to tie the hem up too.
The coolest glance

Hope that sooner I really can go with my own!

Bonus! x

PS: Islam Clothing Glossary

Wednesday, 25 January 2017

Ngeri

Aku takut
Aku takut memberikan hatiku kepadamu, seutuhnya
Aku takut
Aku takut dunia tak berada pada sisi kita
Aku takut
Semua hayalku hanya semu belaka
Aku takut
Aku takut kau tak akan pernah benar-benar berubah

Aku tak ingin segalanya berbalik
kembali
sama
seperti yang dulu

Aku takut untuk jatuh cinta lagi.


Stop plagiarism, Anti plagiarism
Written by Narita Pratiwi 

Sunday, 11 December 2016

Keterpaksaan

Keterpaksaan menjamah diriku
Tanpa sadar kau pun mengiyakan
Keterpaksaan menyakitiku
Dengan mudahnya kau hiraukan
Keterpaksaan meyakinkanku
Teruntuk kamu yang memaksaku mencintaimu dengan rasa sakit yang amat mendalam


Saturday, 31 January 2015

Sampai Kesabaran Lelah Menemani

Kukatakan pada dinding baruku,
Dia yang telah memilih untuk menjadi pendampingmu adalah yang paling mengerti dirimu.
Mengapa?
Karena kau telah mengizinkannya untuk masuk ke dalam relung hatimu, yang dalam.

Dindingku yang lain pun tertawa dan berkata,
Ya memang, memang dia yang paling mengerti dirimu, tapi apakah mungkin kau akan selalu setia?
Melihatnya melakukan segala sesuatu di luar rencana, menamparmu dengan kasar.
Menarikmu pada situasi yang paling gelap, yang membuat kepalamu seakan tebentur keras.

Belum sempat ku mengeluarkan argumentasiku, dinding semuku menyambar dengan lirih,
Kau belum tahu? Semuanya akan begitu. 
Seperti permen karet yang manis yang lama kelamaan akan terasa pahit dan harus dibuang.
Seperti butiran gula yang akan lebur jika terus diaduk di dalam minumanmu.

Diamlah kalian benda mati!
Ku berteriak dengan lancangnya,
Menatapnya dengan pandangan tajam,
Memakinya,

Sampai kesabaran lelah menemaniku, ku kan terus menjadikannya emas diantara bebatuan.
Sampai kesabaran lelah menemaniku, tak ada seorangpun yang akan masuk ke dalam relung jiwa ini.
Sampai kesabaran lelah menemaniku, tak akan kubiarkan setitik noda pun jatuh melintasi garis kita.
Sampai kesabaran lelah menemaniku, ku tak akan berhenti, mencintaimu.



INSPIRED BY ARIF RACHMAN


Stop plagiarism!
Anti plagiarism!
Written by Narita Pratiwi.