Thursday, 30 January 2014

Setengah Dekade

Setengah dekade, kau dan aku
Lubang tenang dan jalanan risau hampir selalu kutempuh
Kau dan aku, proses
Kau dan aku, sedang ranum-ranumnya

Setengah dekade ku tertawa, menangis, bersama
Hai kau, pulanglah
Mengertilah, dunia akan lebih cerah bila kau disini
Pahamilah, langit akan lebih indah bila kau menemani

Setengah dekade, aku terbiasa memahami
Kapan saatnya aku mengeluhkan cahaya matahari yang membakar
Kapan saatnya ku berjemur dibawah sinar
Dan kapan saatnya aku merindukan sang surya yang begitu gahar

Setengah dekade, kau mencaci maki
Kau caci diriku yang berlari dari ombak
Kau caci dirimu yang begitu cepat tersulut api 
Kau juga yang caci mereka yang menghadang tak terkoyak

Setengah dekade
Selama itu
Kau dan aku saling bertatap
Mencari dimanakah tempat yang paling tepat untuk bertatap

Kembali
Rajut kembali setengah dekade lain
Dengan cara yang lebih indah
Dengan kekuatan yang lebih megah


Written by Narita Pratiwi
Anti plagiarism!
Stop plagiarism!

The Plan C

Ye o ye oo ye oooo
I got a beautiful 28th!

Ok, this is my holiday actually and I planned to go to Karimun Jawa and it got destroyed by the weather. Finally, my friends and I decided to go to Sawarna Beach to replace that failed plan and here is the hilarious story about my failed but awesome holiday!

On 27 January, Riri said to me that I should have slept in her house because tomorrow we would go to Sawarna Beach at 5AM, so I went to Rio's birthday surprise and then went to Riri's house with Dian, Indah, Yoga and Riri of course. We went there with a bit rush because we were afraid of Rendi, the man who would drive for us, we were afraid of him because he often change the plan or doing something unexpectedly. Nothing happened. We still trusted Rendi and our perfect plan to go to Sawarna Beach at 5AM tomorrow. But Rendi was texting me and said that his car was just available in the night and I said to him that Riri's car would always available. Nobody realised that it was the sign.

Yes, nobody realised..

In the morning on the 28th January there was nothing from Rendi. A bit worry punched our faces... Rendi couldn't drive for us, he was just available in the night, we were disappointed. We called Malik, we called him because yesterday he said that he would available just for a day, just for Tuesday. Malik approved us and yayyy we could go to somewhere today!

Malik felt a bit awkward to drive a manual car because he often use a matic car, yeah just for your information, I felt so much worry, I hoped that this time would be safe. Then Malik was accustomed to drive Riri's car. Thank God.

So long story right?

Ok then, me and my friends arrived at The Jungle Waterpark Bogor. We felt it hard to decide where is the best place to visit for this cloudy day. We were welcomed by rain, but no problem, I wanted to swim accompanied by rain :P. 




Well, how our faces look like? Happy? Yes! Of course. We had a lot of fun, we laughed at each other, we played like we would be separated by something, like we would never meet again.

We took pictures with an underwater camera and oh my goshhh, I really couldn't pose well under water....so bad.

With Dian

Me between Indah and Riri, how bad:(

LOL. See? I'm laughing right now seeing my face under water, hahahaha.

Yayyyyy! I ended this day with the whole-body wet and frozen. It was awesome! Suddenly, I lost my desire to tell you what I did at The Jungle Waterpark Bogor......because...... it was so long journey and I'm afraid you will get bored he he.

(left-right) Dian, Malik, Yoga, Indah, Riri, Me

By the way, after swimming we went to Kedai Kita to get our dinner. So delicious!



THE END! X






Tuesday, 21 January 2014

Pena Bertinta Emas

Berkaca pada noda di sisi kirinya, sebuah pena lebih berhati-hati memilih tintanya. Tak sedikit yang cocok sebenarnya, tapi apa guna kecocokan tersebut jika membuat performa pena itu tak sebaik biasanya. Kemungkinan besar yang didapat juga tak setebal tinta yang seharusnya. Tapi, jika pena tersebut tak dicelupkan kepada tinta, ya tinta manapun, apakah tak mengering?

Kemudian, pena tak pernah menyalahkan tinta manapun yang ternyata merusak performanya. Kemudian, pena mengerti, yang mana yang bersambut dan berkutat memperjelas guratan yang dihasilkan. Menimbun keinginan untuk berganti warna karena pena sadar, bahwa warna lain tak akan lebih baik daripada warna sebelumnya. Warna emas yang menyala jika diterpa sinar matahari.

Tidakkah mungkin ada warna dan jenis tinta lain yang lebih baik? Mungkin saja ada, bahkan dalam kuantitas yang lebih banyak. Mungkin pula yang lebih sepadan untuk pena tersebut akan berjumlah lebih. Tapi, apakah pena akan selalu kuat membiarkan ujung-ujungnya ditempa oleh benda asing? 

Berhentilah. Berhentilah memaksakan sesuatu yang tak mungkin. Berhentilah. Berhentilah mengharapkan sesuatu yang tak pasti. Sadarlah. Tak ada yang tak mungkin. Berkacalah. Sepadankah anda dengan apa yang anda paksakan? Sepadankah anda dengan yang anda harapkan? Mungkinkah anda membuat sesuatu yangh tak mungkin jika memang semua garisnya telah diatur?

Wahai pena yang malang, bersabarlah untuk tinta emas cerah yang kau harapkan. Kau pantas mengering. 

Pahamilah, kau takkan mati hanya karena kering. 



Written by Narita Pratiwi
Stop plagiarism!
Anti plagiarism!


Thursday, 9 January 2014

Sederhana, Rumah



Kamu pernah kan jalan-jalan? ke luar rumah gitu. Iya kamu bakalan seneng ngeliat apa yang ada diluar sana. Iya kamu juga bakalan lupa sejenak sama rumah kamu kan. Iya iya, kamu memang nemuin sesuatu yang baru, yang lebih baik, yang lebih nyaman, yang benar-benar gak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Kamu bakalan ngerasa asik diluar rumah. 

Kamu kalau main keluar rumah biasanya berapa lama sih? Kalau urusan diluar rumah udah kelar pasti pulang lagi kan? Ya kalau mau nginep juga cuma beberapa hari, pasti nanti juga pulang. Kamu emangnya pernah nemu tempat senyaman rumah sendiri? Aku sih belum nemu he he.

Kamu ngerti kan apa gunanya rumah? 

Kamu pernah ngerasain homesick?

Mungkin yang paling sering sih, bosen sama suasana rumah, gitu-gitu aja, yakan? Ya gak kenapa-kenapa juga sih kalau bosen sama rumah, nanti juga pulang lagi, kan rumah memang tempat untuk berteduh, tempatnya berkeluh kesah, tempatnya ngerapihin diri biar up lagi kalau mau ke luar rumah.

Kalau bosen sama rumah sendiri kan bisa langsung di dekorasi ulang rumahnya, gampang lah yaa buat ngatur rumah buat jadi sedemikian rupa biar gak ngebosenin kalau lagi bosan. Terus kalau kamu bosan sama dunia luar, kamu ngapain? Ya pulang ke rumah lah yaa hehehe.

Kamu mau jadi rumah?


Written by Narita Pratiwi
Anti plagiarism!
Stop plagiarism!

Wednesday, 1 January 2014

12 Points of 2013

January
  • New year's eve party at my house
     
  • Farewell party for Agam:")) 
  • Happiness

February
  • College
  • Our fourth
March
  • Your first
  • Damn you. 
April
  • .......
May
  • ....................
June
  • My nineteen years old!!!Extra full of surprise xoxo
    • My college friends came to my house and brought me a pizza:9.
    • My junior high school friends made all those happy-birthday-things.
    • My high school friends came to my house and brought me a cake and I felt so surprised x


    • Me and my high school friends went to Blok S and my high school friends asked a street singer to sing me happy birthday song. Thankyou!
  • You forgot my birthday
July
  • On the fourth, Charity Ranger was born. 
  • On the 26th, Charity Ranger for Panti Asuhan Al-Mubarokah

August
  • Hahahahahahahhahahaha
September
  • What I did in this month?
October
  • I joined Faktabahasa Jakarta Selatan. Yes, it was October, wasn't it?
  • I asked for the tutor for English Conversation class. 

November
  • Happiness
  • Happiness
  • Happiness
  • Full of love
  • Many other chances was opened for me
  • I met new people... very nice


December
  • Very crowded month
  • Tasks was everywhere
  • I was forced by options, confusing
  • On the 28th, Faktabahasa Jakarta Selatan's Gathering! So tired and full of joy!
  • Happiness