Aku membelalakan mata hanya untuk melihat yang mana yang enggan
Kau tau bagaimana rasanya terpojokkan?
Aku melepaskan buaian dan juga angan
Kemudian, kau senang?
Kau menyapu bersih harapan
Kau meniadakan kepercayaan
Kau hancurkan ketangguhan
Kau seret aku kembali dengan cara mu yang basi
Kau bunuh lagi kau yang lain dengan ilusi
Aku tak mau terperangkap lagi
Aku memilih untuk berdiam pucat pasi
Menanti
Written by Narita Pratiwi
Stop plagiarism!
Anti plagiarism!
0 comments:
Post a Comment