Monday, 29 July 2013

Sebatang Lilin Berpeluh

Apakah terdengar keluhan sebatang lilin pada saat kau bakar sumbunya dan perlahan bagian putihnya meleleh? 

Apa yang kau lakukan pada saat pertama kali membuatnya menyala terang? Merapatkan kedua tanganmu, menjaga apinya agar tak ada sedikitpun angin yang berhembus. Setelah terang dan menyala, kau biarkan. Kau meninggalkannya. Kau menikmati cahayanya. Kau biarkan lilin itu mengecil. Meredup. Dan akhirnya mati.

Kau pun tau tetesan yang dihasilkan oleh lilin tersebut adalah menyakitkan. Kau dapat terluka karenanya dan kau biarkan lilin itu berdiri sendiri, kokoh tegak karena cairannya. Lilin itu tak pernah merasa sakit. Lilin itu terus bermandikan peluhnya sendiri dan tanpa sadar...peluhnya adalah kekuatannya. 

Terdengar menyedihkan memang menjadi sebatang lilin. Hanya terus menerangi tanpa diterangi. Hanya menyala untuk dihabisi. Hanya berdiri dengan peluh sendiri. Apa kau mengerti wahai penikmat lilin? Cahayanya terlalu indah untuk kau sia-siakan. Cahayanya terlalu manis untuk kau tinggalkan. 

Menatapnya dengan tatapan kosong seperti itu takkan membuat lilin itu meredup. Menatapnya dengan belas kasihan pun tak akan mengurangi terangnya. 

Ya... lilin itu akan meredup. Akan meredup pada waktunya.



Written by Narita Pratiwi.Kill Plagiarism!Anti Plagiarism!

Sunday, 28 July 2013

Risol Dingin

Kepikiran nulis tentang Risol Dingin gara-gara tadi siang bangun tidur nggak ada makanan, adanya cuma Risol Dingin di kulkas, berhubung lagi gak puasa dan sedang datang bulan dan harus menjaga perut ini, kumakan saja Risol itu.

Mmm enak juga. Lagi laper emang makanan apa aja jadi enak sih, iya nggak?

Risol Dingin tadi tuh kayak apa ya ibaratnya hmm kayak perasaan yang dulu pernah ada terus dipaksain buat ada kali ya. Kayak Risol sebelum dingin gitu enak banget yakan, masih anget, maunya makaan yang banyak sampe perut kenyang, gapeduli ada makanan lainnya. Sama sih kayak orang jadian terus sayaaang banget terus tiba-tiba putus. Abis putus masih nyimpen rasa gitu. Ya sama kayak abis kekenyangan makan Risol terus Risolnya disimpen didalem kulkas biar bisa dimakan lagi. Eh pas dimakan, lupa diangetin. Dingin-dingin menyejukkan tapi gak tepat gitu.

Samaaa banget samaa kalo kita ngarepin sesuatu yang dateng tapi datengnya telat atau gak tepat. Harusnya sih seneng akhirnya dianya dateng, tapi gimana ya kan Allah bisa membolak-balikkan perasaan seseorang dengan mudahnya gitu. Tapi enak juga sih akhirnya dateng, namanya Risol Dingin dikala laper emang membantu banget. Tapi apa yakin kalo ada Risol Anget pilih Risol Dingin?

Friday, 5 July 2013

A Letter from Angelica

Hey sweety, how are you?
Do you feel happy after that night?

I hope the picture has been sent and you will know what I mean. 

Uhmm... I miss you. 
I know you're home right now, we need to talk actually, but.. it's better to keep it sealed. To try acting like nothing happened. It's better than seeing her messed up, it's more important than our feeling. Is that your sheep-blanket still there? I miss that thing already. Is that thing still blue? I hope so. And aaa is that thing still smelled like uhmm like yours? 

Okayyyy please...... my mind walks further to that time. When we were painting a flower. We dropped the watercolor and you cleaned it up he he. Oh man! This is about past tense. So hard to think about what the fucking verbs in the past. Mannn I realize that this is just our memories. This is our past. I need to move forward. I need to open the new page of my life. Why always you? 

Yes.. because... I miss you.

Is that wrong to have an ache by missing someone? 

"Biarin aja, biar kangennya menggunung"



Written by Narita Pratiwi.Kill Plagiarism!Anti Plagiarism!