Sunday, 14 April 2013

UEFA Champions League Trophy Tour 2013

Iniloh trophy-nya
Yap!!!!!!! Seru gila aaaak. Gue gak suka bola tapi yaudahlah ya mumpung dijemput, jadi ikut aja:p Jadi tuh sekitar jam 11 gue sampe ditempat acaranya, disebuah mall dijakarta, sebut ajadeh ya, di Gandaria City hahaha. Terus ini acara yang ngadain tuh Heineken, tau kan Heineken merk apa? yadiu. Setelah itu singkat kata kita akhirnya tau kalo yang boleh masuk tuh 21+ heheheh. Tapi..........................yagitu deh hehehehehe. Yaudah akhirnya ini deh hasilnya.. Seru sih ya jadi anak bola. Gue bukannya gasuka sih, ya biasa aja gitu. Lebih tepatnya gue gak ngerti sih hihihi. Fotonya lumayan ya, ya itu hasil jepretan gue, soalnya seharian gue jadi babunya Rio, Malik dan Awe. hihh:p Seru ya? Mereka kayak berlian diantara bongkahan debu-debu. Tau aja gue gada kerjaan:x 





Malik, Awe, Gue, Rio (Kiri ke kanan)



Dan lelaki emang lebih narsis!!! Liat aja fotonya banyakan dia-dia haha.



Akhirnya gue difoto juga:x

Terus kita bisa foto nih sama pialanya, katanya sih asli dan kata Malik piala ini dateng ke Indonesia 7tahun lalu. Gue sih cuma pusing aja yang ngantri rame banget bos, secara gratis gitu. 


Gitu deh. Dari jam 11 siang sampe jam 7 malam gue di mall itu. Capek. Tanggal 14-04-2013 gue jadi anak bola broooh. Aduh gapenting, cuma mau pamer foto-foto ajasih sebenernya hee

Saturday, 13 April 2013

Pejuang Rindu

I'm too weak to write it down. But here I come:)

Menarik napasku dalam-dalam. Dikeheningan malam yang kurasa kalian tau bagaimana nampaknya diriku. Aku gusar, tak dapat tidur dengan nyenyak. Yah walaupun aku belum mencoba untuk tidur. Setidaknya aku masih bisa menyombongkan diri didepan layar segi empat  ini, aku menguatkan diriku dengan merangkai huruf-huruf yang ada pada papan bawahnya. Aku terlalu lama menahan diri untuk tak merengek seperti anak berumur 3 tahun yang meminta balon pada ibunya.

Menurutku jika semua wanita berpikiran sepertiku, laki-laki akan semakin merdeka menerapkan logika-logika liar mereka. Tidak, maksudku aku yakin satu atau dua lelaki pasti memanfaatkan kelemahan wanita yang sedang rindu. Merasakannya kini aku mengerti mengapa Hawa adalah sebagian tulang rusuk Adam. Kodrat mungkin. Dan kaum Hawa begitu lemah

Otak wanita memang selalu begitu. Sampai kemanapun ia beranjak dari memori, disitulah ia memulai lagi memikirkan apa yang seharusnya tidak perlu dipikirkan. Menyiksa diri karena rindu adalah keahlian wanita. Hey kalian para lelaki, lihatlah sebongkah hati tengah berdarah merindukanmu! 

Perputaran syaraf ingatan ini menuntunku untuk mengingat apa saja yang pernah kita lalui bersama. Syaraf pembauku masih selalu ingat akan semerbak aroma khas tubuhmu. Indra perabaku masih ingat betapa halusnya kulitmu. Tak lain dan tak bukan, jiwa ini masih mengingat tiap detil guratan-guratan sang pencipta yang begitu maha kuasa untuk menyempurnakanmu. 

Aku pernah berkata aku tak mampu memejamkan mataku karena disetiap tertutupnya kelopak mata ini, wajahmu selalu tampil. Bak aktor hebat yang lalu lalang dilayar lebar, begitulah kau memukau ku pada saat kupejamkan mata ini. Aku tersiksa, sayang. Akupun bingung, disaat kubuka mata ini, kuselalu mencari-cari kabarmu, dan kau tak kunjung muncul. Bahkan aku memberanikan diri untuk meniupkan bisikan rindu itu padamu, tapi kenyataannya kau terlalu sibuk mendengarkan jeritan-jeritan rindu, kau tak dengar bisikan. Rumah siputmu tak peka terhadap bisikan!

Aku cacat. Jiwa ini tak dapat mengaturnya lagi. Aku melihat bayangmu disana. Aku menghirup aromamu disini. Dan disebelah kanan sana, aku dengar tawamu. Disekelilingku, tentangmu. 

Terimakasih kau telah memenuhiku dengan sejuta memori. Aku senang aku masih dapat menangis jika ku ingat kau pernah mencumbu diriku dengan kebohongan. Janjimu yang kupikir akan selamanya palsu, semakin menambah daftar panjang sebagai alasan air mata ini harus keluar. Tak apa, air mata ini takkan pernah habis untukmu. 

Terimakasih juga untukmu yang telah membuatku menghargai keindahan merindukan seseorang. Kau mengajarkanku berusaha dan tak pernah putus asa untuk menanti. Aku tak pernah merasa bodoh untuk menantimu, walaupun burung-burung parit itu mencemoohku. Kalaupun penantianku ini takkan membuahkan hasil, aku yakin aku akan berubah menjadi si pejuang rindu.... Pejuang rindu yang berusaha untuk merindukan kisah-kisah indah dan yang paling indah selama hidupku denganmu. Rindu tak harus selalu sendu karena cintaku tak terbalas olehmu.


Written by Narita Pratiwi.Kill Plagiarism!Anti Plagiarism!

Friday, 12 April 2013

Seperti Yang Kau Bilang

Kau bilang batu itu keras, tapi air dapat melapukkannya
Kau bilang es itu beku, tapi panas mencairkannya
Kau bilang awan itu cerah, tapi cuaca menumbuhkan kilatnya
Kau bilang buaya itu liar, tapi apalah gunanya pawang
Kau bilang kertas itu bersih, tapi kau mencoretnya
Kau bilang iya, tapi semesta menolaknya

Apa yang salah?
Kau tak pernah bilang salah
Salah juga tak pernah menyalahkanmu
Lalu dimana letak ketololan itu?

Bolehkah aku tertawa?
Mungkin karena kau terlalu sering bilang "menurutku"
Kapan kau menghentikan untuk bilang?
Kapan terakhir kali kau melakukan apa yang kau bilang?
Atau sekedar memberikan isi pada semua yang telah kau bilang


Written by Narita Pratiwi.Kill Plagiarism!Anti Plagiarism!

Thursday, 11 April 2013

Malam Masih Bisa Terang

Sebelumnya di keadaan dimana kau membutuhkan alternatif lain selain lampu yang dapat menyala karena sumber energinya adalah listrik, kau menyalakan lampu itu. Sangat cerah memang. Apa kau ingat disaat lampu listrik belum menjamah dunia mu? Begitu terang kah?

Bumi ini gelap. Bumi ini terang hanya pada siang hari, pada saat matahari itu tepat pada porosnya menerangi dunia dimana kau berpijak. Kau dapat dapat melihat cerahnya dunia mu. Kau dapat menikmati semuanya dengan mata telanjang. Semuanya membuatmu begitu mengagumi semua ciptaan Tuhan. 

Pada saat malam mu tiba, hai apakah kau bisa melihat itu semua? Tapi tenang, keindahan awan bertabur bintang masih dapat kau nikmati. Tapi jika awan sedang tak bersahabat, apakah kau tak merasa sendirian? Sunyi, sepi dan senyap menggerayangi setiap alunan napas mu. Gelap. Matamu yang masih normal dan dapat melihat dengan jelas, tak menunjukkan kebisaannya. Kau terus berjalan meraba, menangkis segala benda yang ada di depanmu. Kau terus merasa cemas, lubang besar apa yang akan ada di depanmu? Kau selalu melompat untuk menghindari lubang. Hingga kau terlalu lelah. Peluh mu pun mentertawai.

Pernahkah kau berpikir kenapa Thomas A. Edison menemukan lampu? Mengapa kau tak mencoba seperti dirinya? Menemukan terangmu pada saat kau merasa tersesat dalam kegelapan. Apakah kau mendengar tawa dari semesta? Semesta mentertawaimu kawan. Kau bodoh! Kau hanya melompati lubang yang fana. Temukan terangmu! Tidak ada lubang didepanmu!



Written by Narita Pratiwi.Kill Plagiarism!Anti Plagiarism!

Wednesday, 10 April 2013

Kertas itu Istimewa

Kertas itu putih. Lalu kubiarkan kertas itu terjatuh dan kau memungutnya. Kubiarkan kertas itu sepenuhnya menjadi milikmu. Lambat laun kau mulai menorehkan goresan-goresan. Warna-warna pastel kau tumpahkan dengan indahnya. Pena-pena itu kau pergunakan terus menerus, tintanya pun habis. Entahlah, sejak saat itu kau tak pernah lagi menorehkan warna pastel halus nan lembut ke kertas itu.

Disaat kau bosan, kau ingin menambahkan goresan-goresan itu. Namun kau lupa, tinta-tinta pastel itu telah habis kau eksploitasi. Kau tak lupa, kau masih memiliki pena lainnya. Kali ini warnanya cukup terang dan cendurung menyolok. Kau cukup berani dalam menorehkan tinta ini. Kau melihat kertas itu berkali-kali, lambat laun kau menyadari keindahan kertas itu. Ya... kertas ku. Aku semakin terpesona saat kau mulai lebih berani menambahkan berbagai macam warna-warna gelap. Sungguh memiliki estetika yang menarik. Aku semakin mencintainya. Bukan, maksudku...kertasku. Sungguh menawan! 

Hukum alam menjawab semuanya, kertas itu melapuk. Memudarkan semua tinta-tinta indahnya. Kau mencampakkannya. Setelah sekian lama, semenjak kau buat kertas itu menjadi luar biasa, kau lupa.. kau lupa bagaimana cara merawatnya. Kau lupa membaca cara penggunaan pena itu. Pena itu tak tahan terhadap sengatan matahari, tapi kau terus membiarkan kertas itu terkena sinar matahari langsung. Kertas itu tak mungkin tak sobek jika terkena air, tapi kau biarkan air mataku menetes dikertas itu. Kau...sibuk merawat yang lain.

Sampai tiba pada saat aku pun jenuh merawat kertas itu, aku putuskan untuk membiarkannya lapuk, pudar, dan hampir terbelah. Aku pun mencoba untuk membuat saja yang baru, karyaku sendiri. Kau? Kau menoleh kembali ke kertas itu saat aku membuat yang lebih indah, tapi milikku tak akan seistimewa kertas itu. Kertas yang penuh dengan perpaduan warna. Tak melulu soal cerah, kau torehkan juga yang gelap. Tak melulu soal hitam, kau bubuhkan juga yang putih. Istimewa.

Kau rekatkan sobekan itu dan aku membantumu untuk membingkainya. Indah. Istimewa. 

Aku dan kau tak perlu lagi memayungi kertas itu agar tak terkena sinar matahari atau air hujan. Kertas itu aman didalam bingkai. Hanya membutuhkan sesekali memandangnya dan menghapus debu yang hinggap di bingkainya.

Aku dan kau mengerti, keindahan tak perlu digenggam, keindahan hanya dapat dinikmati, didalam sebuah pigura bersih dan tertancap didinding kokoh dan sempurna!



Written by Narita Pratiwi.Kill Plagiarism!Anti Plagiarism!

Friday, 5 April 2013

Dying Die

Cry is the most thing that I want to do

But my eyes are close
They are blind
Neither they can not see the truth
Nor the false one 

You need some musics!

I have two ears
But they can not hear anything
Those beautiful melodies
These loud chords
That jazzy swing
They are just some whispers that talk to me about life
HYPOCRISY
HYPOCRITE

Oh
Am I better die?

I do have my life plans
I still wanting to live
But these are sucks

I must be dying


Written by Narita Pratiwi.Kill Plagiarism!Anti Plagiarism!

Wednesday, 3 April 2013

Figuran Ibukota

Gue abis bikin akun Tumblr, namanya figuranibukota.tumblr.com


Itu akun gue sama Anisa Permatasari. Jadi tentang apa?

Itu tumblr bakalan ngasih lo sisi lain dari ibukota kita ini, Jakarta. Yang katanya semrawut, acak-acakan tapi super berarti. Ya bakalan banyak banget konten-konten menarik yang ada didalamnya. Yang punya tumblr ayo di follow. Yang gapunya, ya sila kunjungi laman tersebut. Trimikisiiiiih