Wednesday, 22 October 2014

Kasih Sayang Tak Akan Pernah Sederhana

Ibu hamil berdaster oranye itu tak mengenakan sendal bagus. Sendal merah muda yang lusuh, tak membawa tas mewah, hanya menggenggam uang receh yang dijumlah totalnya hanya Rp 50.000.

Di sebelahnya, anak laki-laki sekitar 6 tahun, duduk dengan tingkah polahnya yang ceria. Kulitnya yang cokelat meyakinkanku bahwa ia gemar sekali menjemur dirinya di bawah terik matahari.

Melihat mereka, melengos, tiba-tiba sang ibu memeluk anaknya, menciumnya berkali-kali di dahi. Kuperhatikan wajahnya, kasih sayang yang amat dalam berpendar. Diciumnya lagi anaknya, dibelainya keningnya. Anaknya tersipu, diam, merasakan getaran cinta ibunya. Mendekatkan kembali keningnya seolah berkata "sekali lagi bu".

Oh Tuhan, bahagiakan mereka. Perdalamlah kasih sayang dan cinta mereka. Buatlah mereka terlalu tersenyum menghadapi dunia yang penuh dengan panggung sandiwara.



Written by Narita Pratiwi
Stop plagiarism!
Anti plagiarism!

0 comments:

Post a Comment