Monday, 31 March 2014

Garis Melintang itu Jarak

Ada gak yang benci sama jarak? Aku sih agak benci sama jarak... tapi kamu tau gak kenapa orang benci sama jarak? 

Jarak ibarat garis yang melintang yang tertulis menggunakan pensil. Jarak merupakan pemisah dan terkadang menjadi kambing hitam dalam sebuah hubungan. Untuk kamu yang sedang mencoba pelan-pelan menghapus garis tersebut dengan karet penghapus, percayalah, lambat laun garis itu akan terhapus, walau menimbulkan sampah bekas tergoresnya karet penghapus yang secara terus menerus digunakan untuk menghapus. 

Jarak bisa aja ngajarin kamu gimana caranya berteman dengan kesendirian asal  kamunya bersedia. Kamu bakalan dididik jadi pribadi yang lebih mandiri dan kuat. Jarak gak cuma pemisah yang bisanya cuma bikin marah-marah. Jarak bisa membuktikan yang mana yang cinta beneran dan yang mana cinta bohongan, kalau kamu cinta yang mana?

Jarak itu gak pernah bohong. Jarak akan selalu ada untuk meyakinkan kamu kalau hidup ini gak semudah yang kamu kira. Jarak akan selalu membuktikan bahwa akan selalu ada cara untuk berusaha, tinggal kamu aja yang pilih, mau usaha atau enggak. Jarak membuat para penemu menciptakan alat transportasi yang sangat membantu. Jarak juga yang meningkatkan level kesabaran kamu untuk menunggu. 

Jarak oh jarak. Setebal apapun coretan itu, karet penghapus akan siap untuk menghapusmu. Walau akan lebih banyak sampah karet penghapus, tapi aku yakin, disitulah letak perjuangan yang paling ampuh.



Written by Narita Pratiwi
Anti plagiarism!
Stop plagiarism!

Wednesday, 19 March 2014

Tak Perlu

Agak percuma untuk mengungkapkan kebenaran jika pasar tak berpihak,
jika massa tak sebanding dengan jumlah tautan,
jika yang menderu tak merasa guratan,
jika yang mendamping tak menyandang hujatan.

Ah sudah, ikhlaskanlah.
Semakin kau berteriak, semakin besar kemungkinan untuk tak didengar.
Semakin kau menghentak, semakin gusar nanti kau tergambar.
Sesaat kau akan mengerti, apakah artinya bersabar.

Biarkan persepsi semu menggerogoti benteng kebenaran,
yang semakin hari akan semakin usang.
Menderu kencang menanti kapan,
kau akan menjulur riang merasa senang akan ketulusan.


Written by Narita Pratiwi.
Stop plagiarism!
Anti plagiarism!

Monday, 17 March 2014

Thanks and Sorry

You must say thanks to me
You must say thanks to me
You must say
thanks

to make me tougher
to make me happier
to make me merrier
to make me better

You must say sorry to me
You must say "I am sorry"
You must say sorry to leave me
You must say "I am so sorry to leave"

And
I will excuse the healing
I will tell you why the rain is falling
I will say "thanks and sorry for what is really happening"

To keep the whole story with bitterness
To recall what is the reality existence
To make a resist that  you are my sorry squeeze
To conclude what kind of soul that you wish


Written by Narita Pratiwi
Stop plagiarism!
Anti plagiarism!

Friday, 14 March 2014

Pucat Pasi, Menanti

Kau tau rasanya dijatuhkan dengan tanpa persiapan?
Aku membelalakan mata hanya untuk melihat yang mana yang enggan
Kau tau bagaimana rasanya terpojokkan?
Aku melepaskan buaian dan juga angan

Kemudian, kau senang?
Kau menyapu bersih harapan
Kau meniadakan kepercayaan
Kau hancurkan ketangguhan

Kau seret aku kembali dengan cara mu yang basi
Kau bunuh lagi kau yang lain dengan ilusi
Aku tak mau terperangkap lagi
Aku memilih untuk berdiam pucat pasi

Menanti


Written by Narita Pratiwi
Stop plagiarism!
Anti plagiarism!

Thursday, 13 March 2014

Harap



SEANDAINYA KAU MENGERTI

SEANDAINYA KAU MEMAHAMI

SEANDAINYA KAU MENGHARGAI

SEANDAINYA KAU MENGETAHUI

SEANDAINYA KAU MENYADARI

SEANDAINYA KAU MENCINTAI



DIRIKU



Written by Narita Pratiwi
Stop plagiarism!
Anti plagiarism!