Hampir di seluruh tatanan pikiran ini, tersusun dengan rapi
Terjerembab sunyi ke dalam panorama angan yang pasti
Aku mengharapkan sesuatu itu asli
Tak akan pernah mati
Di kemudian hari, senandung celotehan burung merpati datang menghinggapi
Mau ku tuk menghindari, diam kau tak berhati!
Menunduk pasrah akan mau Mu Tuhan, aku mengabdi
Tuntunlah aku untuk memberi
Maaf dan juga hati
Written by Narita Pratiwi
Stop plagiarism! Anti Plagiarism!
0 comments:
Post a Comment