Monday, 24 November 2014

Tautan Diri

Hampir di seluruh tatanan pikiran ini, tersusun dengan rapi
Terjerembab sunyi ke dalam panorama angan yang pasti
Aku mengharapkan sesuatu itu asli
Tak akan pernah mati

Di kemudian hari, senandung celotehan burung merpati datang menghinggapi
Mau ku tuk menghindari, diam kau tak berhati!
Menunduk pasrah akan mau Mu Tuhan, aku mengabdi
Tuntunlah aku untuk memberi

Maaf dan juga hati


Written by Narita Pratiwi
Stop plagiarism! Anti Plagiarism!

0 comments:

Post a Comment