Terdengar suara indah mengalun dibalik pintu. Ku pertajam indera pendengarku. Terperanjatlah aku kedalam lingkar-lingkar semu tentang masa itu. Suara itu menuntunku pada taman bunga yang indah, mempesona! Rasanya sangat manis. Aku seperti berjalan diantara bunga-bunga yang bermekaran dan angin bertiup senada dengan hembusan napas ku. Alunan suara itu terus membawaku, semakin jauh. Aku terpejam di antara bunga-bunga harum, ku nikmati setiap aroma yang menyebar, ku biarkan indera penciumanku bekerja lebih baik lagi. Betapa romantisnya suasana kala itu.
Suara indah tersebut pun berhenti. Aku tersadar, aku hanya berhalusinasi. Ah.
Tak lama kemudian, terdapat pula suara yang lebih keras namun sama indahnya. Seketika air mata ini mengguyur basah pipiku. Ada apa ini, pikir ku. Jantung ku berdegup kencang, aliran darah ini mengalir lebih cepat. Terekam lagi kejadian itu. Hancur. Aku hancur hanya karena mendengar potongan-potongan irama antah berantah. Aku berusaha mengalihkan pikiran itu, namun musik masih sama. Belum berhenti. Kejadian itupun masih sama, terputar jelas disini.
Hening, kemudian hening. Aku sadar, aku berhalusinasi.
Written by Narita Pratiwi.Kill Plagiarism!Anti Plagiarism!
0 comments:
Post a Comment