Ku mencobanya.
Banyak yang berkata bahwa selalu akan ada pilihan,
Ku memilihnya.
Banyak pula yang berkata bahwa kata hati adalah yang paling benar,
Ku mendengarnya.
Ku berjalan di jalan yang lurus, kupilih untuk berbelok sesuai dengan kata hatiku.
Ku berlari menyusuri desiran angin yang menderu, seolah menarikku ke alam yang baru
Ku tegakkan kepalaku untuk sekali lagi menoleh, menenangkan hatiku tuk memilih satu
Hatiku terpaku, pada takdir Mu yang kelabu
Rinduku membeku pada dataran berbatu
Asaku berpadu pada khayalan yang semu
Harapanku berlalu bersama dirimu yang ragu
Aku bergeming menahan pilunya kalbu
Stop plagiarism!
Anti plagiarism!
Written by Narita Pratiwi
0 comments:
Post a Comment