Haruskah aku menghujat Tuhan?
Haruskah aku menyalahkan keadaan?
Satu amalan berharga mengitari benak ini, dengan sedikit kebohongan, aku menelisik kembali ada apa dibalik itu semua, ya semua.
Ketangguhan yang selama ini terlihat, klise.
Menjadikanku orang yang skeptis, menjauhkan diriku dari kedamaian hati, selalu merasa kurang dalam lebih.
Kesempurnaan yang membuatku mengulik kisah lalu, mengupas kembali luka.
Menorehkan goresan-goresan penyesalan.
Ketakutan ini membuih
Tuhan, haruskah ku menghujat-Mu?
Waktu, salahkah dirimu?
Aku?
Written by Narita Pratiwi.Kill Plagiarism!Anti Plagiarism!
0 comments:
Post a Comment