Membawa tas besar berisikan kekesalan
Dia, pergi
Aku, memberikan senyuman
Melihatmu berpeluh kesah
Dia yang lain, menaruh harap
Ketakutan itu muncul, tak menentu
Kau dan beban itu
Aku dan dirinya
Termenung
Menanti hingga saatnya tiba
Saat aku merelakan untuk tidak berkata "aku juga"
Saat kau merelakan tas penuh kekesalan itu sirna
Saat mereka sadar bahwa kau bukanlah dirinya
Aku, si ruang semu
Menampungmu dikeheningan malam
Menyapanya diterik siang
Aku, si dinding lugu
Menaruh harap padamu untuk melaju
Mengintai batas darinya
Aku
Dirimu
Dirinya
Palsu
Written by Narita Pratiwi
Stop plagiarism!
Anti plagiarism!
0 comments:
Post a Comment