Saturday, 30 November 2013

Ketiganya Semu

Kau datang, melambaikan tangan
Membawa tas besar berisikan kekesalan
Dia, pergi

Aku, memberikan senyuman
Melihatmu berpeluh kesah
Dia yang lain, menaruh harap

Ketakutan itu muncul, tak menentu
Kau dan beban itu
Aku dan dirinya

Termenung

Menanti hingga saatnya tiba
Saat aku merelakan untuk tidak berkata "aku juga"
Saat kau merelakan tas penuh kekesalan itu sirna
Saat mereka sadar bahwa kau bukanlah dirinya

Aku, si ruang semu

Menampungmu dikeheningan malam
Menyapanya diterik siang

Aku, si dinding lugu

Menaruh harap padamu untuk melaju
Mengintai batas darinya

Aku
Dirimu
Dirinya
Palsu


Written by Narita Pratiwi
Stop plagiarism!
Anti plagiarism!

0 comments:

Post a Comment